"Tiba-tiba gue benci hari libur". Ya, itu sepenggal kata dari salah seorang temen gue yang kemudian gue jadiin judul postingan kali ini (dasar coppas-_-). Gue emang setuju banget dengan kata-kata itu, karena emang liburan sehabis ujian nasional kali ini panjaaaaaang (kurang banyak 'a' nya) dan ngebosenin banget. Gue punya beberapa problem atau masalah yang terjadi pada gue di liburan yang ngebosenin dan menyiksa (lebay) kali ini.
Sepatah kata tak dapat terlontar Hanya dapat terukir di atas secarik kertas Mulut yang tak dapat menarikan sebuah pengakuan Bahwa diriku tak ingin jauh darinya Namun, raga tak pernah mendekat Bagai dua kutub yang serupa Ku tak memiliki apa-apa Kecuali segenggam cinta Yang tak pernah mengalir kepadanya Yang tak pernah ia rasakan Yang mungkin tak kan pernah hilang meskipun tergerus gelombang Dan mungkin hanya akan musnah Bersama dengan jasad di akhir hayat (Ilhamsyah)
Terbangun gue dari tidur gue yang nyenyak di pagi buta nan sunyi. Gak berselang lama, terdengar suara alarm berbunyi titititit..titititit...titititit. Lebih dulu gue bangunnya daripada suara alarm. Gue nengok ke jam dinding yang bulat di dalam kamar gue, di sana tercantum bahwa sekarang adalah pukul 4.10. Seperti hari-hari biasanya, gue berusaha memelekkan mata terlebih dulu dan bergegas pergi ke kamar mandi sebelum dipakai oleh bokap gue karena kalau kamar mandi udah dipakai sama bokap gue otomatis gue bakal lama nungguin dia selesai mandi. Mandinya sih gak lama, yang buat lama adalah bokernya. Salah satu jalan keluarnya adalah gue mandi di kamar mandi yang ada di dalam kamar gue. Selesai gue mandi, badan terasa amat segar walaupun agak dingin. Memang bener kata nyokap gue 'mandi pagi memang menyegarkan'. Apalagi mandinya habis bangun tidur, sungguh segar. Jam 4.45, sarapan sudah selesai dibuat oleh nyokap gue. Dia membuat nasi goreng spesial dan pedes banget. Nikmat sek...
This comment has been removed by the author.
ReplyDeletegak jadi fah
ReplyDelete